Semua Menggunakan Google

Tanpa disadari, Google sendiri sudah menjadi bagian keseharian kita. Apapun bisa dicari lewat Google. Simak lagi apa yang dilansir oleh Opera. Sederetan negara yang ada di dunia, Google menjadi bagian dari rangking sepuluh situs yang paling banyak dikunjungi. Produk Google yang bisa kita manfaatkan, dari mesin pencari, email, agenda, translator.

google - ibnu baituta

google - ibnu baituta

Khusus di Indonesia, kita bisa lihat situs yang diakses terbesar adalah facebook. Bahkan dari seluruh dunia, negara Indonesia menjadi pengakses terbanyak untuk situs facebook ini. Terserah, mau dipersepsikan apa. Ada satu hal yang positif ada juga negatifnya. Tapi yang jelas kita harus pula jeli menangkap peluang itu semua. Kadang saya merasa risih, jika ada rekan di facebook berjualan dan menawarkan produk dagangannya. Tapi lain dengan komentar istri saya yang melihat dari sisi positifnya, “Asal halal tidak masalah. Justru bagus kan mereka berusaha, bukan menjadi peminta”. Komentar singkat itu membuat saya adem plus tentrem, karena mereka menjadi lebih terhormat kedudukannya menjemput rejeki dengan berdagang melalui facebook.

Coba kita renungi jika satu teman kita di facebook bisa jadi pengusaha sukses, kalau bisnisnya berkah, berapa banyak yang bisa dia kasih nafkah, juga berapa banyak yang bisa dia sumbangkan untuk sedekah. Kita bisa melakukan itu semua dengan doa dan ikhtiar.

Simak petikan tausyiah berikut ini, Simaklah Kalam ALLAH ini dg iman, “Katakanlah: ‘Adakah sama org2 yg berilmu dg org2 yg tdk berilmu?, “Sesungguhnya hanya org2 yg berakallah yg dapat menerima pelajaran”. (QS. Az-Zumar : 9). “ALLAH akan mengangkat derajat org2 yg beriman & berilmu pengetahuan bbrp derajat.” (QS. Mujadillah :11). Rasulullah bersabda, “Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah), “Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya dg hal itu ALLAH jalankan dia di atas jalan di antara jalan2 Syurga. Dan sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayap2 mrk krn ridho terhadap thalibul ilmi (pencari ilmu agama). Dan sesungguhnya seorg ‘alim itu dimintakan ampun oleh siapa saja yg ada di langit & di bumi, & oleh ikan2 di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan seorg ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang2. Dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Para Nabi itu tdk mewariskan dinar & dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yg mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yg byk”. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah & Ahmad).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>